Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat-zat asing dari saluran nafas, termasuk dahak. Batuk ini sebaiknya tidak ditekan, supaya zat-zat asing itu bisa dikeluarkan. Obat-obat yang bisa membantu pengeluaran dahak disebut ekspektoran. Obat-obatan ini biasanya juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak. Selain itu ada juga obat-obat yang bisa membantu mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan yang disebut mukolitik. Contoh obat-obatn ekspektoran adalah amonium klorida, gliseril guaiakol, ipekak dan jenis obat lain.

Batuk berdahak merupakan batuk yang ditandai dengan pengeluaran dahal (sputum) berupa lendir dari tenggorokan pada saat terjadinya batuk. Dahak yang keluar merupakan hasil produksi dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Mekanisme terjadinya batuk

Batuk berdahak bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus. Umumnya kebanyakan batuk berdahak akan sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan menggunakan obat resep dokter dalam beberapa hari. Namun, jika batuk berdahak yang menjadi salah satu gejala infeksi pernapasan akibat bakteri, pengobatan dapat berlangsung lebih lama dan memerlukan penanganan khusus dengan pemberian obat anti bakteria dan antibiotika. Batuk berdahak yang merupakan gejala infeksi pernapasan ditandai dengan gejala dahak yang keluar banyak, kental dan dahak biasanya berwarna agak kekuningan atau kehijauan.

Untuk mengenali jenis dahak pada batuk yang disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan baik berupa gejala dari penyakit tertentu seputar saluran pernapasan ataupun karena alergi dan gejala lainnya, yakni :

• Dahak berwarna putih disebabkan oleh infeksi virus.

• Dahak berwarna kuning atau hijau terutama jika disertai demam, umumnya menunjukkan adanya infeksi bakteri, seperti bronchitis. Sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter, karena pada kondisi ini umumnya memerlukan penggunaan antibiotik.

• Dahak berdarah atau berwarna gelap menunjukkan ada penyakit serius di tubuh seperti kanker atau tuberculosis. Waspadai batuk jenis ini, segeralah ke dokter.

Sedangkan contoh obat mukolitik adalah bromheksin, asetilsistein dan ambroksol. Jadi, jika batuk anda berdahak, pilihlah obat-obat yang mengandung zat-zat seperti tersebut di atas. Sebagian besar produk obat mencampurkan antara zat antitusif dan ekspektoran. Agak membingungkan memang karena kerja kedua zat tersebut dapat dikatakan berlawanan.

Hal in mungkin didasarkan pada kenyataan bahwa walaupun batunya berdahak, tapi kerapkali juga terlalu sering dan melelahkan pasien sehingga perlu ditekan. Namun beberapa produsen obat batuk kini mulai membedakan antara obat untuk batuk kering dan batuk berdahak. Akan lebih tepat jika obat batuk disesuaikan dengan jenis batuk Anda.

Posted in Batuk Berdahak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah suatu bentuk dari mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat asing yang ada di dalam saluran nafas, termasuk salah satunya adalah dahak. Biasanya penyakit batuk berdahak ini sebaiknya jangan ditekan, hal ini dilakukan dengan tujuan agar zat asing tersebut bisa dikeluarkan. Obat batuk yang biasanya membantu penyakit batuk berdahak adalah ekspektoran. Obat ini merangsang dahak keliar. Selain itu ekspektoran, cara mengatasi penyakit batuk berdahak juga bisa dengan obat yang disebut mukolitik.

batuk

Biasanya pada sebagian besar obat batuk berdahak mengandung campuran antara zat antitusif dan zat ekpektoran. Padahal zat ini berlawanan cara kerjanya. Mungkin didasarkan pada suatu kenyataan bahwa walaupun batuknya berdahak, namun serinh juga membuat pasien menjadi lelah sehingga perlu ditekan. Oleh sebab itulah obat batuk berdahak dan obat batuk kering harus diminum sesuai dengan batuk yang sedang dirasakan.

Cara mengatasi penyakit batuk berdahak bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami, misalnya salah satunya aadalah buah belimbing. Cara membuat ramuan alami ini adalah ambilah buah belimbing manis secukupnya, kemudian rebus, dan makanlah. Atau bisa juga dilakukan dengan cara memeras buah belimbing, kemudian diambil airnya, setelah itu siminum.

Cara megatasi penyakit batuk berdahak yang lainnya adalah dengan ambilah ½ rimpang lengkuas, kemudian rebuslah dengan air secukupnya saja, setelah itu diminum dengan teratur. Atau bisa dengan cara ambilah buah belimbinh wuluj, kemudian direbus dan diminum air rebusannya.

Cara mengatasi penyakit batuk berdahak dengan menggunakan obat herbal lainnya dalah dengan menggunakan umbi bidara upas, dosis yang dipakai adalah 1-10 sendok makan atau sekitar 10-100 gram, cara membuatnya adalah dengan diparut dan direbus kemudian airnya diminum.

Ramuan batuk berdahak lainnya daun rimpang brojo lintang, dosisnya adalah ½ akarnya, ½-1 lembar daunnya, ½ rimpang atau ½ genggam, kemudian direbus dan setelah itu cara pemakaiannya adalah diminum.

Posted in Batuk Berdahak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Batuk Berdahak Pada Anak

Anak atau bayi memang sangat rentan terserang berbagai penyakit, karena sistem pertahanan tubuhnya masih sangat kecil sehingga sistem kekebalan tubuh belum dapat bekerja dengan sempurna. Akibat sistem imunitas tubuh yang masih lemah, anak mudah terserang virus, bakteri dan mikroorganisme lainnya. Gangguan kesehatan yang paling dekat dengan anak atau bayi adalah flu dan batuk. Meski batuk bukan menjadi salah satu penyebab penyakit dominan pada anak, tetap saja batuk harus diwaspadai dan diobati serta jangan dipandang remeh.

Batuk berdahak bisa diakibatkan oleh alergi, selain oleh virus tentunya. Misalnya adalah alergi udara dingin dapat menjadikan anak atau bayi lebih sensitif. Keadaan dingin ini dapat menyebabkan saluran nafas anak atau bayi menjadi sempit dan keluarnya lendir. Lendir ini yang menyebabkan munculnya dahak pada saluran pernafasan. Batuk sendiri merupakan respon tubuh untuk mengeluarkan lendir tersebut. Hal ini dapat mengganggu sistem pernafasan anak atau bayi yang menyebabkan pola pertumbuhannya tidak normal dan dapat menyebabkan penyakit yang lain.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengobati batuk berdahak pada anak atau bayi adalah :

1. Ketika anak atau bayi sakit. Berikan kehangatan dan kenyamanan pada anak dengan baju hangat, serta mengecek kondisi anak apakah batuk berdahak yang dialami anak karena alergi, infeksi atau hal lainnya. dengan memberikan dan mengenakan pakaian hangat, anak merasa terlindungi dan sehingga udara dingin atau mikroorganisme tidak dengan mudah masuk dalam pori-pori kulit anak.

2. Berikan sentuhan dengan mengoleskan minyak kayu putih atau minyak telon untuk menghangatkan tubuh dan membantu memperlega pernapasan anak serta membantu memudahkan pengeluaran dahak.

3. Jika anak masih aktif dalam pemberian ASI, ada baiknya pemberian ASI dihentikan dahulu sejenak. Dengan maksud mungkin batuk pada anak ditularkan oleh sang ibu yang juga mengalami batuk berdahak. Sehingga berefek langsung pada ASI. Sang ibu sebaiknya mengkonsumsi obat batuk atau memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

4. Jangan selalu memberikan obat antibiotik kepada bayi atau anak tanpa resep dokter. walaupun sebenarnya bayi atau anak dapat dengan mudah mengalami infeksi atau virus yang berefek langsung pada peningkatan suhu tubuh, namun dapat disembuhkan tanpa pemberian obat antibiotik.

5. Berikan makanan, minuman dan suplemen alami yang mampu diserap oleh tubuh dengan mudah. Berikan makanan yang halus agar anak tidak mudah tersedak dan mampu mengunyah atau menelan makanan dengan sempurna.

6. Bila perlu berikan satu sendok teh madu murni untuk membantu memelihara kekebalan tubuh dan meningkatkan sistem imun anak.

7. Jangan menggunakan pendingin ruangan dengan skala udara yang besar. Karena pendingin ruangan dengan suhu yang besar akan menekan fungsi pernapasan sehingga oksigen yang masuk dalam tubuh anak menjadi berlebih dan anak menjadi kesulitan bernapas. Pastikan suhu dalam ruangan tetap seimbang.

8. Hubungi dokter jika sakit atau batuk berdahak tidak kunjung dalam beberapa hari. Agar mendapat penanganan lebih intensif.

Posted in Batuk Berdahak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Batuk Berdahak Pada Anak

Gejala batuk berdahak pada anak pada umumnya dahak atau mukus yang keluar berwarna hijau atau kuning, napas terengah-engah dan berbunyi dengan frekuensi sampai 40 kali per menit. Anak menjadi seirng muntah karena ingin mengeluarkan lendir yang mengental di saluran pernapasan, menjadi sulit makan dan suhu tubuh meningkat.

Dahak yang ada di saluran pernapasan harus dikeluarkan. Anak yang telah cukup besar diminta untuk mengeluarkan dahak setiap kali batuk, tetapi tidak dengan cara memaksa. Terhadap bayi atau anak yang belum mengerti, dahak dikeluarkan dengan cara menelungkupkan bayi di pangkuan dengan posisi kepala di bawah dan selama batuk punggungnya ditepuk-tepuk. Untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi), sebaiknya anak diberi minuman yang lebih banyak.

Selain itu, orangtua harus mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan anak yang menderita bronkitis supaya tidak terlalu capek atau lelah. Untuk memudahkan bernapas, posisi bantal sebaiknya agak tinggi. Untuk pertolongan pertama dapat diberikan ramuan air jeruk nipis yang dicampurkan madu atau air perasa kencur yang ditambah garam. Jika panas tidak turun dan keluhan semakin berat, segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Secara umum batuk berdahak yang dialami oleh anak-anak dapat terjadi akibat sebuah infeksi pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Dapat pula disebabkan oleh asap atau debu baik yang berasal dari lingkungan rumah, luar rumah dan sekitarnya. Oleh karenanya wajib memiliki dan memelihara rumah bersih baik dari debu rumahan maupun debu yang berasal dari luar rumah.

Batuk berdahak pada anak juga dapat disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu dan pengaruh dari penyakit bawaan seperti pilek atau flu. Batuk berdahak pada anak dapat pula dijadikan sebagai suatu media pelega untuk bernapas leluasa dengan mengeluarkan dahak atau mukus. Namun pada beberapa anak memang tak mudah untuk mengeluarkan dahak, sehingga reaksi yang timbul anak merasakan sakit pada bagian tenggorokan.

Adapula batuk berdahak yang bersifat alergi akibat mekanisme partikel-partikel kecil penyebab batuk yang masuk melalui udara, makanan atau minuman yang tidak diketahui. Cara terbaik untuk menghindari atau mencegah batuk berdahak pada anak adalah :

1. Pastikan kamar anak bebas dari debu, misalnya debu pada tempat tidur, mainan anak yang berserakan di lantai, atau karpet.

2. Buka jendela di pagi hari untuk membantu pertukaran udara.

3. Jangan menggunakan alat pembasmi serangga atau pengharum ruangan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Partikel halus dari semprotan pengharum ruangan tanpa disadari akan menempel pada bantal, pakaian atau mainan anak.

4. Jika timbul demam, anak menjadi rewel, batuk yang berdahak yang tidak dapat dikeluarkan segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

5. Jangan menggunakan obat sembarangan tanpa resep dokter.

Posted in Batuk Berdahak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment