Batuk Berdahak Pada Anak

Gejala batuk berdahak pada anak pada umumnya dahak atau mukus yang keluar berwarna hijau atau kuning, napas terengah-engah dan berbunyi dengan frekuensi sampai 40 kali per menit. Anak menjadi seirng muntah karena ingin mengeluarkan lendir yang mengental di saluran pernapasan, menjadi sulit makan dan suhu tubuh meningkat.

Dahak yang ada di saluran pernapasan harus dikeluarkan. Anak yang telah cukup besar diminta untuk mengeluarkan dahak setiap kali batuk, tetapi tidak dengan cara memaksa. Terhadap bayi atau anak yang belum mengerti, dahak dikeluarkan dengan cara menelungkupkan bayi di pangkuan dengan posisi kepala di bawah dan selama batuk punggungnya ditepuk-tepuk. Untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi), sebaiknya anak diberi minuman yang lebih banyak.

Selain itu, orangtua harus mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan anak yang menderita bronkitis supaya tidak terlalu capek atau lelah. Untuk memudahkan bernapas, posisi bantal sebaiknya agak tinggi. Untuk pertolongan pertama dapat diberikan ramuan air jeruk nipis yang dicampurkan madu atau air perasa kencur yang ditambah garam. Jika panas tidak turun dan keluhan semakin berat, segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Secara umum batuk berdahak yang dialami oleh anak-anak dapat terjadi akibat sebuah infeksi pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Dapat pula disebabkan oleh asap atau debu baik yang berasal dari lingkungan rumah, luar rumah dan sekitarnya. Oleh karenanya wajib memiliki dan memelihara rumah bersih baik dari debu rumahan maupun debu yang berasal dari luar rumah.

Batuk berdahak pada anak juga dapat disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu dan pengaruh dari penyakit bawaan seperti pilek atau flu. Batuk berdahak pada anak dapat pula dijadikan sebagai suatu media pelega untuk bernapas leluasa dengan mengeluarkan dahak atau mukus. Namun pada beberapa anak memang tak mudah untuk mengeluarkan dahak, sehingga reaksi yang timbul anak merasakan sakit pada bagian tenggorokan.

Adapula batuk berdahak yang bersifat alergi akibat mekanisme partikel-partikel kecil penyebab batuk yang masuk melalui udara, makanan atau minuman yang tidak diketahui. Cara terbaik untuk menghindari atau mencegah batuk berdahak pada anak adalah :

1. Pastikan kamar anak bebas dari debu, misalnya debu pada tempat tidur, mainan anak yang berserakan di lantai, atau karpet.

2. Buka jendela di pagi hari untuk membantu pertukaran udara.

3. Jangan menggunakan alat pembasmi serangga atau pengharum ruangan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Partikel halus dari semprotan pengharum ruangan tanpa disadari akan menempel pada bantal, pakaian atau mainan anak.

4. Jika timbul demam, anak menjadi rewel, batuk yang berdahak yang tidak dapat dikeluarkan segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

5. Jangan menggunakan obat sembarangan tanpa resep dokter.


=====================================

>>> Obat Batuk Berdahak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Batuk Berdahak and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>